Sejarah Letusan Gunung Merapi (1872 & 1930)

Sejarah Letusan Gunung Merapi 1930

Letusan Gunung Merapi paling dahsyat yang tercatat dalam sejarah modern terjadi pada 15-20 April 1872. Letusan mematikan itu berlangsung selama 120 jam tanpa jeda. Awan panas dan material jatuhan memusnahkan seluruh permukiman yang berada di ketinggian di atas 1.000 mdpl.

Pada periode 3000 – 250 tahun yang lalu tercatat lebih kurang 33 kali letusan, dimana 7 diantaranya merupakan letusan besar. Dari data tersebut menunjukkan bahwa letusan besar terjadi sekali dalam 150-500 tahun (Andreastuti dkk, 2000).

Sejarah Letusan Gunung Merapi 1930

Pada periode Merapi baru telah terjadi beberapa kali letusan besar yaitu abad ke-19 (tahun 1768, 1822, 1849, 1872) dan abad ke-20 yaitu 1930-1931. Erupsi abad ke-19 jauh lebih besar dari letusan abad ke-20, dimana awan panas mencapai 20 km dari puncak. Kemungkinan letusan besar terjadi sekali dalam 100 tahun (Newhall, 2000).

Sejarah Letusan Gunung Merapi Paling Dahsyat di Indonesia

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung aktif yang berada di Indonesia yang telah beberapa kali erupsi. Gunung Merapi terletak di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah yang memiliki ketinggian sekitar 2.968 meter. Gunung ini sangat berbahaya karena mengalami erupsi setiap 2 hingga 5 tahun sekali.

Tercatat pada tahun 1872 merupakan letusan gunung berapi terdahsyat, erupsi terus terjadi selama 120 jam tanpa jeda. Letusan terus berlangsung 5 hari, dari ketinggian di atas 1000 mdpl terlihat jelas awan panas dan material memusnahkan pemukiman.

Meski pada tahun 1872 sudah tercatat sebagai sejarah gunung meletus terdahsyat, nyatanya Gunung Merapi ini kembali meletus pada tahun 1930. Letusan Gunung Merapi tahun 1930 menimbulkan awan panas yang meluncur hingga 20 kilometer ke arah barat.

Sejarah Letusan Gunung Merapi Paling Dahsyat

Tahun 1930 ternyata mencatat sejarah baru, dan jauh lebih mengerikan dari tahun 1872 sebelumnya. Dampak dari letusan gunung merapi tahun 1930 ini: 13 desa terkubur, 23 desa yang dilalui awan panas rusak, dan menewaskan 1.369 penduduk.

Apa yang dialami masyarakat pada tahun 1930 tentu sangat memprihatinkan karena saat itu kondisi kehidupan memang lagi sekarat akibat krisis global. Kehidupan penduduk yang telah mencekam pun kian bertambah mencekam ketika sumber penghidupan luluh lantak.

Apa yang dialami masyarakat pada tahun 1930 tentu tak persis dengan kondisi pada tahun 2010. Namun demikian, kita perlu memiliki kesadaran bahwa Gunung Merapi memiliki kodrat untuk meletus.