Fakta Bencana Gempa Bumi di Gunung Merapi Yogyakarta

Masih inget dnegna kejadian yang pernah di terjadi di daerah kota Yogyakarta tersebut yang banyak menewaskan warga setempat akibat kejadian yang menimpanya, Sedikit ulasan yang mungkin pada saat terjadinya Bencana gempa Bumi, Sehingga, Bisa meletuskan sebuah lava panas dan menyebar ke pemukiman warga setempat, Untuk itu kami beri ulasan sedikit mengenai terjadinya letusan dan Gempa bumi di Gunung Merapi.

Gempa 2006

Pada tahun 2006, para ilmuwan percaya bahwa gunung berapi akan segera meletus. Gempa bumi terjadi di wilayah itu pada 27 Mei 2006, dan menewaskan sekitar 6.200 orang. Pada tanggal 6 Juni, gas dan abu yang sangat panas turun dari gunung. Gas panas ini dikenal sebagai aliran piroklastik. Dua orang tewas, dan 15.000 orang bergegas ke tempat yang aman.

Letusan 2010

Pada 25 Oktober 2010 pemerintah Indonesia memperingatkan penduduk desa yang tinggal di dekat gunung untuk pindah ke tempat yang lebih aman. Para pejabat mengatakan ratusan gempa vulkanik telah tercatat di gunung selama akhir pekan 23-24 Oktober, dan magma telah naik ke sekitar 1 kilometer (3.300 kaki) di bawah permukaan karena aktivitas seismik. Orang-orang yang tinggal dalam zona 20 km (12,5 mil) diberitahu bahwa mereka harus pergi.

Pada sore hari tanggal 25 Oktober 2010 lahar meletus dari lereng selatan dan tenggara Gunung Merapi. Banyak lagi yang mengikuti selama dua minggu berikutnya. Ada juga aliran piroklastik.

Nah. kali ini kami menyarankan anda agar bisa bermain dengan keuntungan yang berlimpah atau lebih besar, kami sudah menyiapkan situs Judi Slot Online Mungkin itu saja saran dari kami agar anda bisa menang dengan hasil yang lebih besar, jangan lupa ikutin terus situs dari kami dengan segala permainan yang menarik lainnya.

Setelah menemukan lebih banyak mayat, seorang pejabat di bidang penanggulangan bencana mengatakan jumlah korban tewas mencapai 273 hingga 18 November.

Namun, gempa tersebut berdampak masif terhadap jumlah kerusakan yang terjadi hampir di seluruh wilayah DIY. Dan itu menyebabkan 6.000 kematian. Gayatri mengatakan hal itu karena sumber dan kedalaman gempa yang sangat dekat. “Sumber gempa berada di daratan di Sesar Opak yang membentang di wilayah Yogyakarta akibat adanya subduksi lempeng samudera dan lempeng benua. Dan kedalamannya hanya 12,5 Km di bawah tanah, sehingga efeknya mencapai sekitar VI-VII MMI,” dia berkata.

Gayatri mengatakan, kondisi permukaan tanah Yogyakarta juga mempengaruhi kerusakan akibat gempa. Ia mencontohkan, wilayah Yogyakarta ini berada dalam cekungan yang membentang dari Pegunungan Kulon Progo dan Pegunungan Selatan. Daerah ini disebut Cekungan Yogyakarta.

Menurut Gayatri, cekungan tersebut saat ini telah terisi bebatuan, pasir, dan tanah hasil erupsi Gunung Merapi. Kedalaman sedimen lepas sekitar 50 meter. “Saat gempa terjadi, batuan tersebut terkena gelombang amplifikasi sehingga menyebabkan permukaan di atasnya mengalami guncangan keras, dan akibatnya seperti yang terjadi pada tahun 2006,” jelasnya.

Saat itu, tidak ada yang menyangka akan terjadi gempa, bukan karena letusan Gunung Merapi yang kuat. Saat itu, kajian geologi belum bisa memprediksi keberadaan sesar yang kini dikenal sebagai Sesar Opak. Sehingga tidak akan terjadi gempa.

Selanjut, Informasi yang dapat kami berikan kepada semoga bisa membuat anda teringet akan kejadian tersebut, Untuk itu kita harus lebih berhati-hati terhadap yang membuat kalian takut, tetap ikutin terus informasi terbaru artikel kami.