Dampak Air hangat Di Samudera Atlantik Jika Hilang

Dampak Air hangat Di Samudera – Badan Peneliti Antartika memberitahukan atas penglihatan ia dari atas bumi yang menunjukan air hangat di Samudera Atlantika nyaris habis, Para ilmuan juga mendapati arus yang hampir hilang keseimbangan pada lau atlantik. Sirkulasi Air Samudera Atlantik yang membawa Air hangat dari iklim tropis ke daerah kutub utara.

Dampak Air hangat Di Samudera

Dampak Air hangat Di Samudera Atlantik Jika Hilang

Hilangnya arus teluk akan bisa memicu dampak bencana alam yang sangat mengerikan bagi umat manusia dibumi antara lain adalah curah hujan yang sangat tinggi, badai dan topan yang akan sering muncul dan merusak dataran yang sehat dan aman.

Para ilmuan untuk saat ini hanya bisa meneliti kapan tanda-tanda air hangat akan bisa hilang, Tanda-tanda destabilisasi yang sangat tidak bisa ,di lihat yaitu perkiraan iklim yang terjadi sekarang ini membuat saya takut akan perkiraan saya sendiri.

Berhentinya sirkulasi air hangat di samudera atlantik adalah suatu yang benar-benar tidak bisa kita biarkan, jika itu terjadi kemungkinan besar kepunahan bagi seluruh makhluk hidup akan terjadi. Dalam penelitian yang dulu di publikasikan di jurnal ilmiah, Nature Climate Change dan timnya menganalisa sampel es dan data tambahan dari 100.000 tahun terakhir. Mereka menemukan arus teluk hanya muncul dalam 2 kondisi, yaitu arus dengan kecepatan tinggi yang tercatat stabil dalam ratusan tahun terakhir dan kondisi kecepatan rendah.

Dalam Keterangan Menujukkan peningkatan pada suhu rata-rata Bumi bisa memaksa kecepatan arus secara medadak berubah ataran cepat atau lambat damlam tempo satu hingga lima dekade. Satu-satunya adalah yang bisa di lakukan hanyalah mengurani emisi sebanyak mungkin.
Rahasia dibalik laut sendiri masih belum bisa terkuak oleh siapapun, dikarenakan dasar laut yang belum pernah di sentuh oleh ilmuan atau ahli penyelam namapun.

Perubahan iklim yang terjadi akan lebih menakutkan di masadepan kalau kita tidak mencari solusi dalam pencegahan alam semesta ini. Dalam beberapa tahun kemudian di prediksikan es yang berada di kutub utara akan memeleh dan membuat air permukaan laut naik beberapa persen dari yang seharusnya.